Japan Rail Times
The
Rail Way
to Travel
Tokushima-Left-Banner
Rail Travel

Akita-dakimasu! 11 makanan yang wajib Anda coba di Akita

Akita-dakimasu! 11 makanan yang wajib Anda coba di Akita

Makanan: kebutuhan esensial bagi manusia, dan juga merupakan salah satu alasan utama manusia melakukan perjalanan. Wilayah Tohoku (東北地方 Tōhoku-chihō) dikenal dengan pemandangan alam yang indah, festival musim panas yang menakjubkan, dan kembang api yang tak terlupakan, dan yang tidak kalah penting yaitu makanannya yang lezat. Jika ada satu prefektur dengan berbagai makanan lezat yang sangat menggugah selera tentunya adalah Akita.

 

Kiritanpo di Prefektur Akita. (Kredit gambar: Prefektur Akita/JNTO)

 

Prefektur Akita (秋田県 Akita-ken) berada di bagian utara Wilayah Tohoku, dan dikenal dengan banyak hal, seperti makanan, alam, dan mata air panas. Yang ada dalam bayangan kebanyakan orang, Akita adalah sebuah tempat dimana ada Desa Samurai Kakunodate yang bersejarah, Akita Kanto Festival yang sangat meriah diadakan setiap musim panas, Nyuto Onsen yang menakjubkan, atau bahkan anjing Akita yang sangat menggoda untuk dipeluk. Akan tetapi, jika ada satu hal yang membuat Akita dikenal luas, itu adalah makanan.

 

Makanan Akita memang memiliki daya tarik tersendiri dibanding dengan yang lain, karena prefektur ini terkenal dengan beragam makanan lezat yang dihasilkan oleh alamnya yang murni. Selain itu, karena Akita terletak langsung menghadap laut Jepang dan daerah pegunungannya lebih jauh ke pedalaman, Akita memiliki yang terbaik dari kedua dunia: makanan laut yang menakjubkan, serta pegunungan yang pegunungan yang berkualitas tinggi.

 

Peta kuliner Prefektur Akita dapat dibagi menjadi tiga area: Akita Utara (Kota Ōdate), Semenanjung Oga, dan Akita Selatan (Yokote dan Yuzawa). (Kredit gambar: Prefektur Akita/Google Maps)

 

Untuk artikel ini, kita akan melihat hidangan khas Akita yang bervariasi secara detail. Tidak seperti daerah lain di Jepang, hidangan khas Akita ditentukan oleh wilayah geografisnya, dan beberapa metode memasak tradisional digunakan untuk menyajikannya. Tanpa basa-basi lagi, ayo kita mulai wisata kuliner di prefektur "sawah musim gugur" ini.

 

Akita utara: makanan tradisi

Akita utara sebagian besar merupakan pegunungan, sehingga kualitas udara dan air disini sangat bersih. Oleh karena itu, area ini ideal untuk membudidayakan padi dan beternak unggas yang mengandalkan kualitas udara dan air. Salah satu kota menakjubkan di Akita utara yang terkenal dengan makanannya yang lezat adalah Ōdate (大館市 Ōdate-shi), dan disinilah wisata kuliner kita di Akita dimulai, dan mungkin akan kita mulai dengan hidangan paling ikonik di prefektur ini.

 

① Kiritanpo (きりたんぽ)

Kiritanpo. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Jika berbicara tentang makanan di Akita, yang akan muncul di henak banyak orang adalah kiritanpo. Kiritanpo adalah kue beras yang ditusuk berasal dari prefektur ini, dan banyak perhatian khusus diberikan saat menyiapkannya. Nasi yang baru dimasak ditumbuk sampai sedikit halus, lalu dibentuk atau dililit pada tusukan yang terbuat dari kayu cedar Jepang, dan dipanggang di atas api arang di perapian terbuka.

 

Untuk membuat kiritanpo, nasi yang baru dimasak ditumbuk sampai sedikit halus, lalu dibentuk atau dililit pada tusukan yang terbuat dari kayu cedar. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Asal usul kiritanpo dahulu berasal, dari nasi sisa dibungkus dengan kulit kayu dan dibawa untuk bekal bekerja di hutan yang kemudian akan dimakan bersama pasta miso. Dan sekarang, kiritanpo dapat dinikmati bersama pasta miso, atau dalam hotpot dengan bahan-bahan seperti ayam, burdock (ketela Jepang), daun bawang, jamur dan sayuran pegunungan lainnya. Menikmati kiritanpo sebagai hotpot selama musim dingin adalah cara yang istimewa untuk menikmati hidangan ini, karena Akita terkenal dengan musim dinginnya yang sangat dingin karena lokasi geografisnya. Meskipun dapat dinikmati sepanjang tahun, hotpot hangat ini secara tradisional dinikmati selama akhir tahun, dari pertengahan September hingga Maret.

 

Memanggang kiritanpo di sekitar perapian terbuka. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Kiritanpo dinikmati sebagai hotpot selama musim dingin. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

② Hinai jidori (比内地鶏)

Hinai-jidori, khusus Prefektur Akita. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Hidangan ini untuk para pecinta daging: Akita memiliki beberapa hidangan ayam terbaik di Jepang, dan itu berupa Hinai-jidori. Hidangan ayam ini berbeda dari hidangan ayam biasanya karena teksturnya yang lembut dan kenyal, rasa yang kuat dan dagingnya, serta rasio lemak yang sempurna. Bahkan setelah dipanggang, rasa Hinai-jidori masih mempertahankan rasa yang sangat gurih, dan rasa lezatnya semakin terasa saat Anda mengunyahnya.

 

Hinai-jidori memiliki rasa gurih yang kuat dan menjadi lebih enak  saat dimasak, serta teksturnya yang kenyal dan rasio lemak dan daging yang sempurna. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Yang membuat Hinai-jidori ekstra enak adalah cara ayamnya dibesarkan: ayam Hinai (比内鶏) membutuhkan pakan tiga kali lebih banyak, dan mereka dipelihara lebih lama—total 150–170 hari—dibandingkan ayam broiler biasa (ayam berumur 8–12 minggu). Mungkin yang paling penting adalah bagaimana ayam-ayam itu dibesarkan: mereka dapat menikmati udara pegunungan terbersih dan mata air pegunungan tersegar berkat alam Akita yang alami.  Mereka juga dipelihara di lingkungan bebas stres, di mana mereka dapat dengan bebas bergerak dan menikmati makanan seperti rumput dan serangga alami.

 

Hinai-jidori sebagai yakitori (gambar kiri) dan bahkan dalam hotpot. (Kredit gambar: Akita Inu Tourism)

 

Oyako-don yang menggunakan Hinai-jidori. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Ayam Hinai adalah salah satu dari tiga ras ayam paling terkenal di Jepang, bersama dengan ayam Satsuma (さつま鶏 Satsuma-dori) dari Prefektur Kagoshima dan Nagoya Cochin (名古屋コーチン Nagoya-kōchin). Ayam ini dinikmati dengan berbagai cara, seperti yakitori, oyako-don, dan khususnya di Akita, dalam hotpot Kiritanpo.

 

③ Es krim rasa edamame

Es krim lembut rasa Edamame. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Selalu ada ruang untuk hidangan pencuci mulut. Dan jika berbicara tentang es krim, Jepang memiliki beberapa es krim dengan rasa yang menarik. Begitu juga dengan Akita, di sini terdapat beberapa es krim dengan rasa yang menarik. Seperti edamame—kacang kedelai muda yang biasa dikenal di bar Jepang (居酒屋 izakaya)—dan hasilnya adalah es krim lembut yang menyegarkan dan lezat. Ōdate sangat terkenal dengan edamame berkualitas tinggi karena geografi dan iklimnya yang ideal. Kondisi geografis kota ini berupa cekungan, yang menjadikan siang hari di kota ini hangat dan malam yang sejuk, iklim yang sempurna untuk menghasilkan edamame yang beraroma.

 

Edamame dari Ōdate yang masih ada daun-daunnya (gambar kiri) dan sudah berupa edamame polong (gambar kanan). (Kredit gambar: Akita Inu Tourism)

 

Berbicara soal kacang kedelai, merupakan bahan utama pembuatan kecap yang juga terkenal di Ōdate. Mari kita cek hal ini: bagaimana dengan kecap? Di Ōdate, Anda juga bisa menemukan es krim dengan  rasa kecap juga. Hanya di kota ini Anda dapat menemukan es krim lembut dengan rasa dari dua jenis kacang kedelai yang berbeda, jadi jangan lewatkan untuk mencicipi es krim unik saat Anda berada di kota ini.

 

Semenanjung Oga: hadiah dari laut

Saat membahas masakan Jepang, mustahil untuk tidak memasukkan ikan ke dalam topik bahasan. Ikan adalah makanan pokok masyarakat Jepang, dan terutama di prefektur yang berbatasan dengan laut seperti Akita, ikan adalah bagian yang paling penting dari kehidupan sehari-hari penduduk setempat. Hotspot kuliner di daerah ini adalah Semenanjung Oga (男鹿半島 Oga-hantō) yang langsung menghadap Laut Jepang (日本海 Nihon-kai), dan perjalanan kuliner kita berlanjut di sini, di mana bahkan seekor ikan bisa ditetapkan sebagai ikan resmi prefektur.

 

④ Hata-hata (ハタハタ)

Hata-hata. (Kredit gambar: Prefektur Akita).

 

Setiap wilayah di Jepang memiliki ikan khas lokalnya sendiri, dan hal yang sama berlaku untuk Akita. Ikan khas di sini adalah hata-hata (ハタハタ), yang merupakan nama lokal untuk sejenis ikan yang hidup di pasir di Jepang. Nama unik ini merupakan onomatopoeia untuk menggambarkan suara guntur, dan ikan ini hanya bisa ditangkap selama musim dingin, di mana merupakan periode yang sering terjadi badai petir. Karena hal inilah penduduk setempat sejak itu mengaitkan suara guntur dengan ikan, sebagai tanda dimulainya musim dingin.

 

Hata-hata adalah ikan musiman yang hanya bisa ditangkap selama musim dingin ketika iklim sedang dingin. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Hata-hata dapat dinikmati dengan berbagai cara: dipanggang, digoreng, dikeringkan, diasinkan, dibakar (kiri) dan bahkan hotpot shottsuru (kanan). (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Yang unik tentang hata-hata adalah sisiknya yang sedikit, itu membuat hata-hata bisa diolah dengan berbagai cara: dipanggang, digoreng, dikeringkan, diasinkan, dan banyak lagi. Ikan hata-hata juga diasinkan dan kemudian digunakan untuk membuat shottsuru (しょっつる), sejenis kecap ikan yang merupakan bahan utama untuk membuat hotpot shottsuru (しょっつる鍋).  Selain itu, hata-hata secara tradisional dimakan sebagai sushi pada bulan Januari untuk merayakan tahun baru. Tempat terbaik untuk menikmati hata-hata adalah di sepanjang pantai Akita, terutama di Semenanjung Oga yang memiliki banyak makanan laut.

 

⑤ Ishiyaki hotpot (石焼き鍋)

Ishiyaki hotpot. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Tidak ada yang lebih menghangatkan tubuh di musim dingin selain rebusan hotpot (鍋 nabe). Dan untuk prefektur seperti Akita yang berupa pegunungan dan berada di sisi utara Tohoku, ketika musim dingin akan lebih dingin dibandingkan prefektur lainnya. Namun, Akita memiliki hadiah berupa hotpot istimewanya sendiri, dan yang satu ini memiliki keunikan: yaitu memasukkan batu panas ke dalam hotpot itu sendiri.

 

Demonstrasi masakan Ishiyaki hotpot. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Ishiyaki hotpot terdiri dari ikan dan sayuran, dan batu merah panas akan memasak bahan-bahan tersebut secara instan dengan tetap mempertahankan rasa aslinya. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Ishiyaki melibatkan proses pemasukkan batu merah panas ke dalam hotpot berisi ikan, kerang, sayuran, dan pasta miso, dan dimasak secara tradisional dalam wadah kayu. Saat batu dicelupkan ke dalam wadah, hotpot akan mendidih, daging dan sayuran langsung dimasak tanpa merusak rasanya. Nikmati aroma seafood dan miso yang memenuhi ruangan saat uap mengepul dari hotpot yang mendidih. Ishiyaki hotpot berasal dari Semenanjung Oga dan Anda harus mencobanya saat berada di Akita.

 

⑥ Es krim babahera (ババヘラアイス)

Es krim babahera di Akita. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Bagaimana cara menutup makanan secara lengkap? Tentunya dengan hidangan penutup. Dan tidak ada yang lebih nikmat selain makan es krim sebagai hidangan penutup, dan Akita memiliki jawaban uniknya sendiri. Es krim babahera, hidangan penutup dari Akita yang identik dengan musim panas. Yang menarik dari es krim ini adalah cara mereka dijajakan: dijual oleh wanita tua yang ramah dengan gerobak makanan, dan dari kejauhan Anda dapat melihatnya hanya dari pakaian dan payung merah jambu dan kuning cerah penjualnya.

 

Es krim Babahera dijual selama musim panas, dan es krim disajikan dalam bentuk bunga. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Nama itu sendiri cukup unik: “baba” berarti nenek dalam Bahasa Jepang, dan “hera” adalah spatula logam yang mereka gunakan untuk menyendok es krim. Yang menjadi khas dari es krim ini adalah bentuknya yang disajikan dalam bentuk bunga. Varian rasanya yaitu stroberi dan pisang, es krimnya sedikit manis dan menyegarkan (cocok untuk musim panas yang hangat). Yang terbaik dari itu semua adalah harganya yaitu hanya ¥ 200–250. Es krim Babahera dapat ditemukan di berbagai tempat di Akita, tetapi konon asalnya adalah dari pesisir Oga, di mana es krim tersebut secara bertahap menyebar ke seluruh Akita dari waktu ke waktu.

Ketika berkunjung ke Akita pada musim panas, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati es krim yang instagramable ini.

 

Akita selatan: Negeri mie

Apa jenis hidangan lain yang identik dengan masakan Jepang? Mie. Banyak sekali mie. Dari ramen (dengan berbagai macam jenis) hingga udon, mie dapat dinikmati di seluruh Jepang, termasuk di Akita. Bagian selatan Akita dipenuhi dengan pegunungan, menghasilkan air dan udara bersih yang cocok untuk budidaya gandum berkualitas tinggi. Di kota-kota di sini seperti Yuzawa  (湯 沢 市 Yuzawa-shi) dan Yokote (横手市 Yokote-shi) di mana Akita menawarkan beberapa mie terbaik di wilayah tersebut.

 

⑦ Ramen Jumonji (十文字ラーメン)

Ramen Jumonji. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Jika Anda ingin menikmati mie tetapi dengan rasa yang pekat dan menghangatkan, cobalah ramen Jumonji sebagai gantinya, makanan khas setempat yang juga berasal dari Yokote. Ramen Jumonji merupakan ramen shoyu berbahan dasar ikan yang dibuat dengan mie gandum yang keras, tipis dan bergelombang, lalu kemudian kaldunya diolah menggunakan mata air dari pegunungan Ou (奥 羽 山脈 Ōu-sanmyaku). Kombinasi yang sempurna menggabungkan ikan Akita (dalam bentuk serpihan bonito dan sarden kering) dengan kecap kental berkualitas tinggi, menghasilkan semangkuk ramen sederhana yang dapat menenangkan jiwa.

 

Semangkuk ramen sederhana yang sempurna untuk menghadapi musim dingin di Akita. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Ramen Jumonji adalah hidangan yang sempurna untuk menghadapi musim dingin di Akita, sehingga tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menjadi contoh dari makanan yang berasal dari Akita. Kaya akn rasa namun sederhana dalam penyajiannya, dapat dinikmati kapan saja sepanjang hari, baik untuk makan siang atau makan malam dan pastinya cocok untuk makan larut malam setelah minum.

 

⑧ Yokote yakisoba (横手焼きそば)

Yokote yakisoba. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Yakisoba adalah mie tumis khas Jepang, dan merupakan “street food” yang populer di Jepang. Makanan ini dapat ditemukan hampir di mana saja di Jepang, dan juga sering ditemukan pada acara festival. Meskipun hidangan ini hampir identik di mana-mana dengan bahan-bahan seperti daging babi, kol, bawang, dan toge, Yokote memiliki variasi tersendiri untuk hidangan ini.

 

 Variasi yakisoba Yokote dengan telur mata sapi dan acar fukujinzuke. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Variasi yakisoba Yokote mencakup dua komponen : telur mata sapi dan acar fukujinzuke (福神 漬). Acar fukujinzuke mungkin dianggap asing bagi banyak orang, tetapi bagi pecinta kari Jepang, mereka mungkin sering melihatnya. Ini adalah acar yang biasa disajikan dalam hidangan kari Jepang, dan yakisoba versi Yokote memasukannya sebagai bumbu, yang dapat menambahkan kerenyahan dalam hidangan. Ini merupakan sesuatu yang unik dari jajanan pinggir jalan yang ada pada umumnya, jadi mengapa tidak mencoba mencicipinya ketika berada di daerah pedesaan Akita?

 

⑨ Iburi gakko (いぶりがっこ)

Cara iburi gakko disiapkan. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Jenis makanan berikutnya bukanlah mie, tetapi merupakan sesuatu yang dekat dihati masyarakat Akita. Setiap daerah pedesaan di Jepang memiliki jawabannya sendiri untuk makanan rumahan, tidak terkecuali Akita. Selama musim dingin, jenis hidangan khusus yang disebut iburi gakko dinikmati oleh penduduk setempat. “iburi” berarti asap, dan “gakko” adalah dialek Akita untuk acar sayuran Jepang (漬 物 tsukemono). Daikon secara tradisional digunakan sebagai bahan utama, tetapi sayuran lain juga dapat digunakan, seperti wortel.

 

Iburi gakko disiapkan dengan cara menggantung daikon di atas api di gudang pengasapan dan mengawetkannya menggunakan campuran bahan-bahan khusus. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Iburi gakko berasal dari kota Yokote (横 手 市 Yokote-shi), semua disiapkan dengan cara mengikat daikon dengan tali dan digantung di atas api di gudang pengasapan selama beberapa hari. Kayu yang digunakan untuk mengasapi biasanya berasal dari pohon oak dan pohon kastanye. Setelah diasapi, sayuran dibersihkan dan kemudian diasinkan dalam campuran khusus yang terbuat dari garam, dedak padi, beras malt, beras tumbuk yang dihasilkan dari proses pemolesan beras, sedikit gula, dan safflower untuk pewarnanya.

 

Iburi gakko berbeda dari sayuran lainnya karena rasanya yang pekat dan beraroma asap, hasil dari proses pengasapannya. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Karena proses pengasapannya, Iburi gakko memiliki rasa yang meresap dan aroma asap yang khas dari acar sayur. Ada berbagai macam cara untuk menikmatinya: sebagai lauk, atau dipasangkan dengan teh, sake, atau bahkan wine. Mempersiapkannya pun membutuhkan banyak waktu dan upaya, agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Ketika berada di Akita, terutama di musim dingin, iburi gakko adalah rasa yang familiar bagi penduduk setempat dan sangat dinantikan selama musim dingin berlangsung.

 

⑩ Inaniwa Udon (稲庭うどん)

Udon Inaniwa. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Udon adalah mie dengan potongan tebal berbahan dasar gandum yang lazim dalam masakan Jepang. Udon dianggap sebagai salah satu makanan favorit Jepang yang dapat dinikmati kapan saja, baik di pagi hari untuk sarapan atau larut malam untuk makan malam. Ada banyak varian Udon di Jepang, dan salah satu contohnya adalah Inaniwa udon.

 

Inaniwa udon dipotong tipis dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyiapkannya, untuk menghasilkan tekstur yang lebih halus. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Inaniwa udon berasal dari Inaniwacho (稲庭町) di kota Yuzawa (湯沢市). Memiliki sejarah lebih dari 300 tahun, sejak Periode Edo (江戸時代 Edo-jidai) di abad ke-17. Udon Inaniwa unik karena dipotong tipis, tidak seperti udon lainnya yang dipotong tebal.

 

Cara buatan udon Inaniwa yang tradisional. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Persiapan untuk membuat Inaniwa udon dilakukan secara manual, yaitu dengan cara menguleni adonan dengan tangan, meletakkan di batang kayu untuk diregangkan, kemudian dikeringkan selama beberapa hari. Setelah itu, adonan diuleni lagi untuk menghilangkan gelembung udara dari adonan sebanyak mungkin, menghasilkan tekstur yang halus dan kenyal. Karena proses pembuatannya yang melelahkan, di masa lalu hanya dapat diproduksi dalam jumlah kecil. Saat ini, karena kemajuan teknologi modern, semua orang dapat menikmatinya bahkan dari rumah mereka masing-masing.

 

Inaniwa udon sebagai mie dingin di musim panas. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Inaniwa udon dalam kaldu bening dengan acar dan daun shiso di musim dingin. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Cara menikmati udon Inaniwa berbeda-beda tergantung musim dalam setahun. Di musim panas, Udon Inaniwa paling enak dinikmati sebagai mie dingin di mana Anda dapat mencelupkannya kedalam saus yang berbeda dan menyeruputnya. Sedangkan untuk musim dingin, saatnya udon Inaniwa disajikan dengan kuah bening yang akan menghangatkan tubuh Anda di cuaca yang dingin.

 

⑪ Hiyakake-soba (冷やかけそば)

Hiyakake soba. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Sudah terbukti dari ramen Jumonji, Akita dikenal sebagai penghasil terigu berkualitas tinggi. Gandum merupakan bahan penting dalam pembuatan mie, menghasilkan masakan mie yang luar biasa. Salah satunya adalah Hiyakake soba, bandingan yang sempurna untuk ramen Jumonji yang paling enak dinikmati saat cuaca hangat.

 

Hiyakake soba dihidangkan secara dingin ketika musim panas. (Kredit gambar: Prefektur Akita)

 

Hiyakake soba adalah hidangan mie dingin, oleh karena itu Anda pasti tau artinya : bahwa Hiyakake soba paling enak dinikmati saat musim panas. Merupakan bandingan yang sempurna untuk ramen Jumonji dimana yang biasanya ramen bertujuan menghangatkan tubuh, ini justru akan menyejukan tubuh Anda. Asal mula hidangan sederhana namun memuaskan ini dapat ditelusuri ke kota Ugo (羽 後 町 Ugo-machi), yang dekat dengan Yuzawa. Ini merupakan hidangan terbaik saat Anda mengunjungi Akita di musim panas, terutama jika Anda berada disini untuk festival musim panas yang terkenal di dunia.

 

Masakan Akita yang unik dan eklektik. (Kredit gambar: Akita Inu Tourism)

 

Bukan suatu rahasia lagi bahwa makanan merupakan salah satu motivasi utama untuk bepergian ke Jepang (atau kemana pun, dalam hal ini). Prefektur Akita adalah harta karun untuk makanan yang luar biasa, karena memiliki beberapa makanan laut dan sayuran pegunungan terbaik dan segar, itu semua berkat alamnya yang belum banyak tersentuh. Baik itu selama musim dingin yang dingin dan bersalju, atau musim panas yang hangat dan juga penuh dengan kemeriahan, selalu ada sesuatu untuk semua orang. Jadi, buatlah tur gastronomi Anda berikutnya ke Akita, dan pastikan anda mencicipi semua yang ditawarkan daerah ini.

 

Detail lebih tentang Akita

Prefektur Akita terletak di bagian utara wilayah Tohoku, dan dapat dicapai dari Tokyo dengan Shinkansen. Pengunjung dari Tokyo dapat menaiki Akita Shinkansen (秋田新幹線) dari Stasiun JR Tokyo (JR 東京 駅 Tōkyō-eki) ke Stasiun JR Akita (JR 秋田 駅 Akita-eki). Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam 30 menit dengan tarif kereta sebesar ¥18,460 dengan reservasi kursi.

 

Ōdate: kota ini terletak di sisi utara Prefektur Akita. Pengunjung dapat menggunakan Limited Express Tsugaru dari Stasiun JR Akita (JR 秋田 駅 Akita-eki) ke Stasiun JR Ōdate (大 館 駅 Ōdate-eki). Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit, dengan tarif sebesar ¥ 4,070 dengan reservasi kursi.

 

Oga: kota / semenanjung ini terletak di sisi barat laut Prefektur Akita, menghadap Laut Jepang. Pengunjung dapat menggunakan Jalur Oga (男鹿線 Oga-sen) dari Stasiun JR Akita ke Stasiun JR Oga (JR 男 鹿 駅 Oga-eki). Perjalanan memakan waktu kurang lebih 1 jam, dengan tarif ¥770.

 

Yokote / Yuzawa: kota ini terletak di sisi selatan Prefektur Akita. Pengunjung dapat menggunakan Jalur Ōu (奥羽本線 Ōu-sen) dari Stasiun JR Akita (JR秋田駅 Akita-eki) ke Stasiun JR Yokote (横手駅 Yokote-eki) dan Stasiun JR Yuzawa (JR湯沢駅 Yuzawa-eki). Perjalanan ke Yokote memakan waktu kurang lebih 1 jam 15 menit dengan tarif ¥1,340, dan untuk Yuzawa kurang lebih 1 jam 40 menit dengan tarif ¥1,520.

(INSIDER TIP: Jika Anda memiliki JR EAST PASS (Tohoku area), Anda dapat bepergian dengan Akita Shinkansen dan jalur kereta yang sudah disebutkan di atas, dan membuat reservasi kursi secara gratis!)

 

JR EAST PASS (Tohoku area)

JR EAST PASS (Tohoku area) dan dimana Anda dapat menggunakannya. (Kredit gambar: JR East)

 

JR EAST PASS (Tohoku area) adalah pass dengan harga terjangkau yang menawarkan perjalanan kereta api tanpa batas di jalur JR East, termasuk kereta peluru, di dalam area cakupan. Ini adalah tiket fleksibel 5 hari di mana Anda dapat memilih 5 hari dalam periode 14 hari untuk perjalanan Anda, dan 5 hari tersebut juga tidak harus dipakai berturut-turut. Hanya dengan ¥19,350 ketika dibeli di luar Jepang, membuatnya jauh lebih murah daripada biaya kereta pulang-pergi antara Tokyo dan Akita (sekitar ¥36,920). Pemegang pass juga dapat memesan kursi secara online hingga satu bulan sebelumnya secara gratis.

 

Untuk informasi lebih lanjut tentang JR EAST PASS (Tohoku area), Anda dapat mengunjungi tautannya di sini..

 

Kredit gambar header: Prefektur Akita

 

Artikel terkait

Share this article:
TSC-Banner
Tokushima-Right-Banner