Japan Rail Times
The
Rail Way
to Travel
Tokushima-Left-Banner
Rail Travel

Menjelajahi Jalur Barat Ban'etsu dengan SL Banetsu Monogatari

Menjelajahi Jalur Barat Ban'etsu dengan SL Banetsu Monogatari

Ingat kereta choo-choo saat Anda kecil? Saat Anda mengingatnya, apa yang pertama kali terlintas di ingatan? Saya yakin banyak yang akan mengingat suara choo-choo dari peluit uap kereta, atau gumpalan asap yang mengepul keluar dari kereta. Jika Anda ingin menaiki kereta choo-choo yang asli, makan jangan lewatkan SL Banetsu Monogatari (SLばんえつ物語), satu dari sedikit kereta lokomotif uap yang masih beroperasi di Jepang Timur!

 

Dicintai oleh penduduk setempat sejak beberapa dekade yang lalu, kereta lokomotif uap C57 180 menawarkan rasa nostalgia dan pengalaman yang unik. Awalnya dibangun pada tahun 1946, kereta itu dijuluki Kifujin (貴婦人 wanita bangsawan) karena penampilannya yang anggun. Meskipun sempat dihentikan, di tahun 1999 kereta ini dikembalikan dari masa pensiunnya pada tahun disebabkan oleh popularitasnya, dan dihidupkan kembali sebagai SL Banetsu Monogatari, menghubungkan Ban'etsu West Line (磐越西線) antara Stasiun JR Aizu-Wakamatsu (会津若松 駅) di Prefektur Fukushima dan Stasiun JR Niitsu (新津 駅) di Prefektur Niigata.

 

Kerusakan besar pada tahun 2018 menyebabkan SL Banetsu Monogatari ditangguhkan, tetapi setelah menjalani pemeliharaan selama hampir setahun, kereta ini kembali beroperasi mulai akhir Juli 2019. Tahun 2019 pun menjadi ulang tahun ke 20 untuk SL Banetsu Monogatari, dan dengan harapan semoga itu akan terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya. Hari ini, saya akan memperkenalkan Anda pada fitur-fitur dari kereta ikonik ini, serta beberapa tempat wisata menyenangkan dan indah yang dapat Anda nikmati di sepanjang Jalur Barat Ban'etsu.

 

Orang-orang mengantri untuk melihat ruangan mesin. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Sebelum kereta berangkat dari Stasiun JR Niitsu, penumpang dalam jumlah terbatas dapat mengintip ruangan mesin dari kereta ini. Di sinilah batu bara dimasukkan ke dalam mesin, memastikan bahwa kereta menghasilkan cukup uap untuk mengoperasikan lokomotif. Ini salah satu kegiatan yang sangat populer, dan siapa cepat, dia dapat! Kereta berangkat pukul 10:05, dan foto ini diambil pada jam 9:47, namun semua slot sudah terisi saat saya datang, sehingga saya tidak dapat kesempatan untuk melihat ruangan mesinnya.

 

Di dalam SL Banetsu Monogatari

Di dalam gerbong reguler. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Mencakup tujuh gerbong, SL Banetsu Monogatari memiliki salah satu kapasitas kursi terbesar di antara Joyful Train, yang dapat menampung hingga 346 penumpang di tujuh mobilnya.

 

Gerbong 2, 3, 5 dan 6 memiliki tempat duduk khusus yang dapat dipesan, dimana semua kursinya adalah kursi untuk empat orang. Sarung kursi beludru merah tua dan sentuhan akhir kayu pada sandaran lengan, dinding, dan kait menciptakan suasana nostalgia yang mengingatkan kita pada zaman Taisho (1912–1926).

 

Janken taikai di dalam SL Banetsu Monogatari. (Kredit gambar: JR East)

 

Di dalam, staf kereta yang ramah menyelenggarakan acara-acara menyenangkan seperti janken taikai (じゃんけん大会 kontes batu-kertas-gunting). Untuk bergabung, cukup angkat tangan Anda dengan batu, kertas, atau gunting. Pemenang dalam tiap ronde akan terus bermain hingga hanya tersisa 1 orang. Pemenangnya akan mendapatkan souvenir! Sayangnya, saya bukan pemain yang baik dan bahkan tidak bisa lolos babak pertama.

 

Green Car di SL Banetsu Monogatari. (Kredit gambar: JR East)

 

SL Banetsu Monogatari adalah satu-satunya kereta lokomotif uap dengan kursi Green Car. Gerbong 7 adalah Green Car, yang menampilkan 2 + 1 tempat duduk yang nyaman di setiap baris, dan memiliki Panorama Observation Room sendiri. Sebagai gerbong terakhir, Panorama Observation Room di gerbong 7 memberikan Anda pemandangan panorama yang luas dengan ukuran jendela dari lantai hingga langit-langit.

 

Okojo Room untuk anak. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Area Okojo Observation Room untuk melihat pemandangan. (Kredit gambar: JR East)

 

Gerbong 1 adalah Okojo Observation Car yang terdiri dari 2 area. Okojo Room untuk tempat bermain anak, dan Okojo Observation Room, area tempat duduk dengan jendela yang lebar untuk penumpang menikmati pemandangan.

 

Di dalam Okojo Observation Car. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Seluruh Okojo Room berisikan gambar-gambar lucu okojo (おこじょ ermine), hewan kecil seperti musang. Mereka menjadi maskot untuk SL Banetsu Monogatari, dan Anda akan melihatnya di seluruh kereta, di pamfletnya, dan di stasiunnya.

 

Konter jualan SL Chaya. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Jika Anda merasa lapar, silahkan kunjungi konter SL Chaya (SL 茶屋) di gerbong 5, di sana menjual makanan, minuman, souvenir terbatas dari SL Banetsu Monogatari. Dari seluruh bagian perjalanan ini, makan ekiben (駅弁 lunch box) menjadi pengalaman paling favorit bagi saya.

 

Di dalam Observation Car. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Gerbong 4 adalah gerbong observasi, di sini Anda dapat mengistirahatkan diri Anda di depan banyak bangku yang menghadap ke jendela untuk menatap pemandangan di luar. Bahkan ada kotak pos di dalam kereta di mana Anda dapat mengirimkan surat dari sana.

 

Pemandangan dari jendela Observation Car yang lebar. (Kredit gambar: JR East)

 

Jalur Barat Ban’etsu melewati beberapa gunung dan sungai yang menakjubkan, dan pemandangannya jelas merupakan salah satu daya tarik kereta ini!

 

Pemandangan saat hujan. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Meskipun saat saya berkunjung sedang hujan, dan pemandangan dari jendela terhalang oleh air hujan, pemandangan yang saya lihat tetaplah sangat indah. Saya menaiki kereta ini di bulan Oktober, saat hampir musim gugur, jadi warna oranye dari pepohonan sudah mulai terlihat.

 

Berhenti di Tsugawa

Okojiro dan rumah Okojiro. (Kredit gambar: Carissa Loh)

 

SL Banetsu Monogatari berhenti selama 15 menit di Stasiun JR Tsugawa (津川駅), di mana Anda bisa melihat Okojiro's House (オコジロウの家 Okojirō no ie) di peron. Di luarnya juga ada Okojiro, maskot dari Okojo. Okojiro’s House adalah ruang tunggu yang di dekorasi seperti rumah di mana pengunjung dapat beristirahat sambil menunggu kereta.

 

Pengecekan SL Banetsu Monogatari di Stasiun Tsugawa. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Kereta lokomotif mengkonsumsi jumlah air dan batu bara yang besar untuk bisa beroperasi. Untuk perjalanan antara Niitsu dan Aizu-Wakamatsu, SL Banetsu Monogatari menggunakan 26 ton air dan 5 ton batu bara! Karena kereta ini tidak bisa membawa 26 ton air selama perjalanan, maka kereta ini berhenti di Stasiun Tsugawa dalam perjalanan pergi dan pulang.

 

Di Stasiun Tsugawa, staf pemeliharaan memeriksa kereta dan mengisi kembali pasokan air yang digunakan untuk mesin. Jangan lewatkan kesempatan Anda untuk melihat dari dekat kerja keras proses pemeliharaan kereta lokomotif, pemandangan langka yang jelas merupakan suguhan bagi penggemar lokomotif.

 

Meskipun masih membawa keajaiban bagi anak-anak dan rasa nostalgia dari masa lalu untuk penumpang yang lebih tua, kereta lokomotif ini sudah cukup tua, dan membutuhkan banyak perawatan dan kerja keras untuk mempertahankannya. Dan oleh sebab itu, terkadang kereta ini disebut sebagai running miracles (走る奇跡 hashiru kiseki).

 

Dan berkat dedikasi dan keahlian dari kru inilah yang membuat kereta lokomotif ini dapat beroperasi hingga sekarang, jadi mari kita berikan mereka semangat dengan cara mengatakan “otsukaresamadesu” (お疲れ様です "thank you for your hard work") saat Anda melihat mereka. Mereka pasti akan sangat senang.

 

Kesempatan berfoto dengan SL Banetsu Monogatari. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Petugas kereta yang ramah juga akan membantu Anda mengambil foto dengan SL Banetsu Monogatari, menyediakan topi pengemudi dan papan dengan tanggal hari sebagai tambahan untuk menyempurnakan tampilan Anda.

 

Mitos Kitsunebi

Festival Tsugawa Kitsune no Yomeiri Gyoretsu. (Kredit gambar: 公益社団法人新潟県観光協会)

 

Tsugawa dikenal sebagai tempat asal dari mitos kitsunebi (狐火 fox fire), dan katanya banyak rubah yang hidup dan tinggal di dekat Gunung Kirin (麒麟山 Kirinzan). Dalam mitos Jepang, rubah dikenal sebagai binatang yang memiliki kekuatan api. Kitsunebi berarti “rubah api”, yang mengacu pada cahaya misterius yang terlihat di pegunungan saat malam hari.

 

Jaman dahulu kala, upacara pernikahan diselenggarakan pada malam hari. Saat banyak Kitsunebi dapat terlihat, itu dianggap sebagai parade pernikahan rubah (狐の嫁入り行列 kitsune no yomeiri gyōretsu), dengan banyak cahaya yang melayang-layang di malam hari menyerupai lentera pada upacara pernikahan.

 

Meskipun “rubah api” terdengar kurang baik, dikatakan jika Anda melihat parade pernikahan rubah akan membawa panen yang bagus dalam setahun kedepan, jadi cahaya ini telah dikenal sebagai pembawa keberuntungan sejak dulu kala. Dikatakan bahwa jumlah kemunculan Kitsunebi di Tsugawa merupakan yang terbanyak di dunia.

 

Di Tsugawa, ada festival yang diselenggarakan tanggal 3 Mei tiap tahunnya, Kitsune no Yomeiri Gyoretsu (狐の嫁入り行列 "Fox's Wedding Parade"), festival ini berdasarkan mitos Kitsunebi.

 

Kitsune no Yomeiri Yashiki. (Kredit gambar: Aga-machi Tourism Association)

 

20 menit jalan kaki dari Stasiun Tsugawa adalah Kitsune no Yomeiri Yashiki (狐の嫁入屋敷). Di sini Anda dapat menikmati festival Kitsune no Yomeiri Gyoretsu lewat video, juga berpartisipasi dalam aktivitas langsung seperti memakai make up rubah, membuat topeng rubah Anda sendiri atau membuat kerajinan dari jerami dan bambu.

 

Dari Kitsune no Yomeiri Yashiki, Anda juga dapat melihat pemandangan Gunung Kirin yang indah. Di hari-hari tertentu, Anda bahkan dapat melihat SL Banetsu Monogatari lewat. Apakah Anda tahu? Selain hanya menaiki keretanya, SL Banetsu Monogatari juga memiliki penggemar yang lebih memilih mengambil foto beserta pemandangan indahnya.

 

Favorit diantara pemotret kereta

SL Banetsu Monogatari di musim semi. (Kredit gambar: JR East)

 

Ban'etsu West line dijuluki dengan sebutan “Kereta Hutan, Air, dan Romansa” (森と水とロマンの鉄道 Mori to mizu to roman no tetsudō), dan Anda bisa menikmati perbedaan dari 4 musim di jalur kereta ini. Pemandangan yang indah di Ban’etsu West Line ini menawarkan banyak lokasi untuk mengabadikan foto kereta.

 

SL Banetsu Monogatari dengan bunga sakura. (Kredit gambar: JR East)

 

Musim semi adalah musim paling favorit untuk mengambill foto SL Banetsu Monogatari, karena warna bunga yang cerah bercampur dengan warna hitam pekat dari body kereta.

 

Jembatan SL Banetsu Monogatari. (Kredit gambar: JR East)

 

Mengambil foto kereta melintasi jembatan dengan gunung di latar belakang juga merupakan hal yang sangat disukai, terutama dengan uap yang mengepul di atas. Salah satu jembatan favorit untuk penggemar memotret SL Banetsu Monogatari adalah Jembatan Sungai Ichinoto (一ノ戸川橋梁 Ichinoto-gawa kyōryō)

 

Banyak hal lainnya yang dapat Anda nikmati dan lakukan di jalur Barat Ban’etsu yang sangat indah di musim semi. Saya sudah merencanakan perjalanan menuju area ini lagi awal tahun ini, tapi sayangnya rencana saya terganggu. Kali ini saya akan merekomendasikan beberapa tempat yang wajib Anda kunjungi:

 

Gosen (五泉)

Festival Bunga Tulip di Gosen (Kredit gambar: 公益社団法人 新潟県観光協会)

 

Gosen adalah kota di Prefektur Niigata yang sangat terkenal dengan bunga tulipnya. Tulip adalah bunga khas Prefektur Niigata yang merupakan tempat pertama di Jepang untuk menghasilkan umbi bunga.

 

Setiap musim semi, Anda dapat menikmati banyak festival tulip di seluruh Niigata dengan Gosen City Tulip Festival (五泉市チューリップ祭り Gosen-shi chūrippu matsuri) sebagai festival terbesar dan paling populer. Dari pertengahan hingga akhir April, bermain-main di antara 1.5 juta tulip bermekaran di sini. Anda juga bisa menikmati festival ini dengan makanan dan minuman yang banyak dijual di kedai sekitar. Tempat Festival Tulip Kota Gosen berjarak 10 menit naik taksi dari Stasiun JR Gosen (五泉駅).

 

Penampakan SL Banetsu Monogatari di Gosen saat musim dingin. (Kredit gambar: 公益社団法人新潟県観光協会)

 

Selain tulip, Gosen juga memiliki banyak tempat bagus untuk mengambil foto SL Banetsu Monogatari.

 

Kitakata (喜多方)

Pokok weeping sakura di Nicchu Line Memorial Cycling Pedestrians’ Path. (Kredit gambar: 福島県観光物産交流協会)

 

Memancarkan pesona pedesaan, Kitakata dipenuhi dengan jalan-jalan sempit dan gudang-gudang tua (倉 kura) yang digunakan secara historis untuk menjaga sake, miso, dan kecap. Satu tempat yang telah mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan penggemar fotografi kereta, adalah deretan pohon sakura di sepanjang jalan Nicchu Line (日中線記念自転車歩行者道のしだれ桜並木 Nicchūsen kinen jitensha hokōshadō no shidare-zakura namiki), yang terkadang disingkat menjadi Nicchūsen no shidare-zakura (日中線のしだれ桜).

 

Kereta SL di antara bunga sakura. (Kredit gambar: 福島県観光物産交流協会)

 

Jejak lama Jalur Kereta Api Nicchu telah diubah menjadi jalur sepanjang 3 km untuk para pengendara sepeda dan pejalan kaki, dilapisi dengan 1,000 pohon sakura yang rimbun. Tidak seperti bunga sakura someiyoshino (ソメイシノ) yang umum, pohon sakura ini memiliki cabang yang menggantung ke bawah, dan kelopak yang berwarna merah muda yang lebih cerah. Sepanjang jalan terdapat kereta SL yang sudah tidak beroperasi, yang membuat tempat ini bagus untuk berfoto ria dengan bunga-bunga merah muda yang cantik.

 

Jalur Nicchu ini berjarak 20 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Kitakata, dan bunga sakuranya  dapat dilihat dari pertengahan hingga akhir April.

 

Semangkuk Ramen Kitakata. (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Sebut Kitakata kepada orang Jepang manapun, pasti yang pertama terlintas di benak mereka adalah ramen. Bersama dengan Sapporo di Prefektur Hokkaido dan Hakata di Prefektur Fukuoka, Kitakata dikenal sebagai salah satu dari tiga lokasi Jepang yang luar biasa untuk ramen. Namun, tidak seperti dua kota lainnya yang merupakan kota besar dan ibukota dari masing-masing prefektur, Kitakata adalah kota kecil dengan populasi hanya 50,000 orang. Meskipun demikian, kota ini memiliki lebih dari 100 toko ramen!

 

Karena sejarah penggunaan kecap di wilayah ini, ramen Kitakata memiliki basis sup kecap, dengan ikan sarden (煮干し niboshi), tulang babi (豚骨 tonkotsu) dan sayuran yang ditambahkan ke dalam stok. Mienya tebal dan bergelombang, dan memiliki konsistensi yang lebih lembut dibandingkan mie ramen lainnya.

 

Aizu-Wakamatsu (会津若松)

Bunga sakura di Tsuruga Castle. (Kredit gambar: 福島県観光物産交流協会)

 

Aizu-Wakamatsu adalah bekas kastil samurai yang dibangun di sekitar Kastil Tsuruga (鶴ヶ城 Tsurugajo), sebuah kastil unik yang menampilkan ubin atap merah – satu-satunya kastil di Jepang yang melakukannya. Kastil Tsuruga adalah salah satu tempat untuk meilihat keindahan bunga sakura terbaik di Aizu Wakamatsu. Taman kastil memiliki hampir 1,000 pohon sakura yang mekar sekitar pertengahan hingga akhir April, dan bersinar selama periode mekar penuh (満開 mankai). Kastil Tsuruga berjarak 20 menit naik bis dari Stasiun Aizu-Wakamatsu.

 

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi area Aizu-Wakamatsu, silahkan cek artikel saya yang lain tentang mengunjungi no. 1 Sungai Tadami di Aizu-Wakamatsu, dan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di sana.

 

Bonus: Kota Niigata (新潟市)

Sementara rute SL Banetsu Monogatari tidak melewati Stasiun JR Niigata (新潟駅), kemungkinan Anda akan berhenti di sana jika Anda menggunakan SL Banetsu Monogatari dari atau ke Stasiun Niitsu yang berjarak 20 menit perjalanan dari Stasiun Niigata. Jika Anda tidak menginap, bagaimana kalau setidaknya Anda mencoba makanan atau minuman untuk memuaskan dahaga Anda?

 

Produk Beras Niigata. (Kredit gambar: 公益社団法人新潟県観光協会)

 

Tahukah kamu? Niigata adalah salah satu produsen sake (anggur beras) terbaik di Jepang. Niigata dikenal memproduksi beberapa sake dan beras terbaik di Jepang, dan ini disebabkan oleh tingginya jumlah salju yang diterima oleh pegunungan di sekitar Niigata setiap tahun. Air merupakan unsur penting dalam produksi sake dan beras, dan salju yang meleleh memberikan air bagi sawah untuk berkembang dan tumbuh. Karena beras berkualitas tinggi yang Niigata tumbuhkan, produk beras seperti sake dan senbei (煎餅 kerupuk nasi) juga sangat lezat.

 

Sepiring sushi kiwami (Kredit gambar: 公益社団法人 新潟県観光協会)

 

Karena terletak di sepanjang pantai, banyak ikan yang dapat ditangkap di Niigata. Padukan nasi dan ikan bersama-sama dan Anda mendapatkan sushi yang lezat, yang wajib Anda coba di Niigata. Kiwami sushi (極み寿司) adalah hidangan khusus yang menampilkan 10 buah sushi yang terbuat dari bahan makanan laut premium seperti landak laut, tuna lemak, telur salmon, dan ikan lokal atau ikan musiman lainnya.

 

SL Banetsu Monogatari di musim panas dan semi. (Kredit gambar: JR East)

 

Apakah Anda lebih suka naik kereta lokomotif uap ikonik ini atau mengambil fotonya, Jalur Barat Ban'etsu menawarkan pemandangan indah untuk semua penggemar kereta. Saat Anda mengunjungi Jepang, apa salahnya mencoba perjalanan menyusuri Kereta Api Hutan, Air dan Romansa?

 

Perjalanan dengan SL Banetsu Monogatari

 

Untuk menuju ke sana

Umumnya beroperasi pada akhir pekan dan hari libur umum Jepang, SL Banetsu Monogatari melakukan perjalanan pulang pergi per hari antara Stasiun JR Aizu-Wakamatsu (会津若松駅) di Prefektur Fukushima dan Stasiun JR Niitsu (新津駅) di Prefektur Niigata di sepanjang JR Ban'etsu West Line. Cek jadwal keretanya di sini, Semua kursi di atas kereta khusus ini memerlukan pemesanan, yang dapat dilakukan di sini.

 

SL Banetsu Monogatari di akhir musim semi. (Kredit gambar: JR East)

 

Stasiun JR Niitsu berjarak 20 menit perjalanan dari Stasiun JR Niigata (新潟駅) di Jalur Utama JR Shin'etsu (信越本線) yang berjarak sekitar 2 jam dengan shinkansen dari Tokyo. Jika Anda lebih suka memulai dari ujung yang lain, Stasiun JR Aizu-Wakamatsu berjarak 65 menit dengan Jalur Barat Ban'etsu dari Stasiun JR Kōriyama (郡山 駅) yang berjarak 80 menit dengan kereta peluru dari Tokyo.

 

JR EAST PASS (Tohoku area) dan JR EAST PASS (Nagano, Niigata area). (Kredit gambar: JR East / Carissa Loh)

 

Jika berencana untuk menaiki SL Banetsu Monogatari atau menjelajahi Prefektur Niigata dan Prefektur Fukushima, lihat JR EAST PASS. JR EAST PASS menawarkan diskon besar dan tidak seperti pass lainnya, pass ini fleksibel – pilih 5 hari dalam periode 14 hari. Ada dua jenis, dengan keduanya menawarkan penggunaan tak terbatas di jalur JR East (termasuk kereta peluru dan Joyful Train seperti SL Banetsu Monogatari) di area yang ditentukan untuk setiap 5 hari pilihan Anda.

 

JR EAST PASS (Tohoku area) hanya ¥19,350 saat dibeli di luar Jepang, dengan biaya yang lebih murah daripada tiket pulang-pergi antara Tokyo dan Aizu-Wakamatsu (~¥20,000), sementara JR EAST PASS (Nagano, Niigata area) hanya ¥ 17,310 saat dibeli di luar Jepang dengan biaya yang lebih murah daripada tiket pulang pergi antara Tokyo dan Niigata (~¥21,000).

 

Baik JR EAST PASS (Tohoku area) dan JR EAST PASS (Nagano, Niigata area) mencakup bagian yang berbeda dari rute SL Banetsu Monogatari, jadi pastikan Anda memiliki pass yang berlaku untuk perjalanan Anda.

 

Kredit gambar header: JR East / Carissa Loh

 

Artikel terkait

Share this article:
TSC-Banner
Tokushima-Right-Banner