Japan Rail Times
The
Rail Way
to Travel
Tokushima-Left-Banner
Rail Travel

Solo hiking dari Kamikochi ke Karasawa: Permata di musim gugur

Solo hiking dari Kamikochi ke Karasawa: Permata di musim gugur

Jepang adalah negara yang tidak pernah akan bosan saya kunjungi. Meskipun tidak pernah tinggal disana, sejauh ini saya telah 43 kali berkunjung ke Jepang, baik untuk kunjungan bisnis ataupun berlibur, juga sudah mengeksplor semua 47 prefektur di Jepang. Kalau ditanya tempat favorit saya, tanpa ragu jawaban saya akan selalu Kamikochi (上高地 Kamikōchi) yang terletak di bagian utara pengunungan Alpen Jepang.

 

Sejak pertama kali saya kunjungi di tahun 2011, Kamikochi telah mengukuhkan posisi sebagai tempat terfavorit saya di Jepang, bahkan mungkin ini tempat favorit saya di dunia. Di ketinggian 1.500 meter, area ini adalah wilayah dataran tinggi yang indah dan jernih, dimana pemandangan bening kebiruan dari Sungai Azusa yang mengalir di depan pegunungan Hotaka sangatlah memukau. Sejak 2011, saya telah mengunjungi Kamikochi tujuh kali, dan di akhir setiap kunjungan saya selalu yakin akan dua hal – satu: saya akan kembali, dan dua: saya akan menjelajah lebih dalam ke pegunungan! Semakin dalam Anda menyusuri jalur setapak pegunungan, pengunjungnya pun semakin sedikit hingga nuansa pendakian juga menjadi semakin tenang dan ajaib.

 

Bagi saya, kunjungan ke Kamikochi sama halnya seperti sedang melakukan perjalanan spiritual untuk meremajakan pikiran, tubuh dan jiwa saya. Kamikochi membuat saya jatuh cinta dengan alam dan hiking, dan akan selamanya memiliki tempat yang tak tergantikan di hati saya. Selain Kappabashi yang ikonik, saya akan menunjukkan kepada Anda perjalanan ke Karasawa Cirque (涸沢カール Karasawa kāru) - permata dari Kamikochi dan simfoni warnanya yang spektakuler di musim gugur.

 

Di mana letaknya Kamikochi?

Kunjungan ke Kamikochi dari tahun ke tahun. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Terletak di pegunungan Prefektur Nagano, nama Kamikochi secara harfiah berarti "tanah tempat dewa turun", dan berasal dari cerita kedatangan dewa Shinto "Hotaka no mikoto" (穂高見命) yang diyakini pernah turun di Gunung Oku-hotakadake. Tak heran jika pemandangan di sini begitu luar biasa indah! Suhu di Kamikochi jarang melebihi 20ºC, semakin jauh Anda mendaki suhunya pun akan semakin dingin. Kamikochi dikenal sebagai 'Pegunungan Alpen Jepang' oleh turis asing dari barat setelah misionaris Inggris Walter Weston memperkenalkan pendakian gaya barat ke Jepang.

 

Terletak di antara puncak yang menjulang tinggi dan lembah yang dalam, kawasan Pegunungan Alpen Jepang Utara adalah kiblat bagi para pendaki dengan Kamikochi menjadi pintu gerbang untuk berbagai pendakian ke pegunungan ini. Seiring bertambahnya jumlah pengunjung, Kamikochi melarang masuknya mobil pribadi untuk menjaga keasrian alamnya, jadi Anda hanya bisa sampai di sini dengan bus atau taksi. Hanya berjarak 90 menit dari kota Matsumoto, Kamikochi bisa menjadi perjalanan 1 hari yang nyaman bagi siapa saja, atau bisa menjadi perjalanan beberapa hari bagi para pendaki & pecinta alam.

 

Seperti kebanyakan orang, kunjungan pertama saya ke Kamikochi pada tahun 2011 dimulai dengan rute pemula yang khas: berjalan kaki 1 jam dari Kolam Taisho ke Kappabashi. Selanjutnya, saya berkelana sedikit lebih jauh ke Kolam Myojin. Selama bertahun-tahun, saya puas menghabiskan 3 jam rute perjalanan yang sama dari Kolam Taisho → Kappabashi → Kolam Myojin → Kappabashi, tetapi setelah pengalaman pendakian pertama saya (Gunung Fuji pada tahun 2016, klik di sini untuk melihat artikel), saya memutuskan bahwa saya sudah siap untuk mencoba pendakian 6 jam ke Karasawa Cirque pada tahun 2018. Sejauh ini, Karasawa Cirque adalah titik terjauh yang pernah saya kunjungi, tetapi dalam waktu dekat, saya berharap untuk mencoba sampai ke Gunung Yari; gunung ikonik yang berbentuk menyerupai ujung tombak dan merupakan puncak tertinggi ke-5 di Jepang.

 

Karasawa di file (kiri) dan Karasawa di kehidupan nyata (kanan). (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Ketika saya pertama kali mengunjungi Kamikochi pada tahun 2011, itu adalah pertama kalinya saya bepergian sendirian, dan pertama kali saya mendaki gunung. Di salah satu toko suvenir, saya kebetulan menemukan sebuah file dengan foto Karasawa Cirque yang mencolok di atasnya, dan ingat berpikir dalam hati, “Tempat ini terlihat luar biasa! Saya tidak tahu kapan, tapi suatu hari saya akan pergi ke sana." Butuh waktu 7 tahun, tapi akhirnya saya melakukan pendakian itu di tahun 2018. Dan di tahun 2019, saya melakukannya lagi.

 

Pemandangan di sekitar Karasawa Cirque. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Di jantung puncak Hotaka, Karasawa Cirque berjarak 6 jam pendakian dari Kappabashi dan terkenal karena vibransi warnanya di musim gugur. Di ketinggian 2.350 meter, periode puncak dedaunan musim gugur di sini berlangsung sekitar minggu terakhir bulan September hingga minggu pertama bulan Oktober. Percayalah ketika saya mengatakan bahwa warna-warna cerah dan pemandangan panorama pegunungan di sepanjang rute tidak ada duanya, dan membuat pendakian sangat berharga. Tidak seperti Gunung Fuji yang tidak memiliki pemandangan saat mendaki dan puncaknya adalah tujuannya, bagi Karasawa pendakian dan tujuannya sama-sama menyenangkan untuk dinikmati.

 

Dalam perjalanan menuju Karasawa Cirque. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Pada awalnya, Anda mungkin berpikir bahwa pendakian selama 6 jam terdengar menakutkan, tetapi dengan ketekunan, bahkan para pemula pun dapat mendaki ke Karasawa tanpa banyak kesulitan. Sekarang, izinkan saya membawa Anda dalam perjalanan langkah demi langkah dari Kamikochi ke Karasawa Cirque!

 

Rute

 

Lama perjalanan

Matsumoto/松本 (90 menit naik bus & kereta)Kolam Taisho/大正池(1 jam perjalanan / 8 menit naik bus) Bus Terminal Kamikochi/上高地バスターミナル(5 menit jalan kaki) Kappabashi/河童橋 (1 jam perjalanan) Jembatan Myojin/明神橋(1 jam perjalanan)Tokusawa/徳沢(1 jam perjalanan)Yokoo/横尾(1 jam pendakian) Hontani Bashi/本谷橋 (1.5 jam pendakian) S Gare/Sガレ(1 jam pendakian)Karasawa Cirque/涸沢カール

Pengaturan yang direkomendasikan

Hari 1: Matsumoto → Taisho Pond → Kappabashi → Myojin Pond →Tokusawa (overnight)
Hari 2: Tokusawa → Yokoo → Hontani Bridge → S Gare → Karasawa Cirque (overnight)
Hari 3: Karasawa → Matsumoto

 

Kolam Taisho

Kolam Taisho di pagi hari. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Sebagian besar pendakian dimulai dari Kolam Taisho (大正池 Taishō-ike), di mana jalurnya datar dan mudah untuk dilalui. Jika Anda bisa, saya sangat merekomendasikan untuk berkunjung di pagi hari ketika pepohonan terlihat berkilau karena embun pagi, puncak Gunung Yakedake yang menakjubkan dan pegunungan Hotaka diselimuti kabut, ditambah air tenang di kolam yang memantulkan seluruh pemandangan ini dengan jelas. Pendakian pagi hari ke area ini menawarkan sekilas dari keindahan & keajaiban alam. Saya benar-benar menghabiskan waktu hingga 2 jam hanya berdiri di sisi kolam, memandangi pemandangan yang damai dan termenung dalam pikiran saya sendiri.

 

Kappabashi

Kappabashi di musim panas. (Kredit gambar: Kota Matsumoto/JNTO)

 

Sekitar 1 jam dari Kolam Taisho adalah Kappabashi (河童橋), jembatan gantung di atas Sungai Azusa. Pemandangan indah Kappabashi di awal musim panas dengan dedaunan hijau subur, latar belakang pegunungan Hotaka yang tertutup salju & Sungai Azusa mengalir di latar depan adalah gambar poster untuk Kamikochi. Anda mungkin pernah melihatnya sebelumnya, bukan? Jembatan yang indah ini hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari Terminal Bus Kamikochi, dan merupakan tempat sebagian besar toko suvenir dan hotel berada. Jika Anda merasa sedikit lapar, saya sangat merekomendasikan untuk membeli sanzokuyaki (山賊焼 ayam goreng jahe) dan minuman Azumino Yoghurt yang lezat sebagai camilan sebelum melanjutkan.

 

Kolam Myojin

Kolam Myojin (kiri) dan Jembatan Myojin (kanan). (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Jalan kaki 1 jam dari Kappabashi membawa Anda ke Jembatan Myojin (明神橋 Myōjin-bashi). Saya suka menyeberangi jembatan untuk mengambil jalan memutar singkat ke Kolam Myojin (明神池 Myōjin-ike), di mana Kuil Hotaka yang mistis berada. Kuil ini didedikasikan untuk Hotaka no mikoto, dewa Shinto yang turun ke bumi yang menjadi asal dari nama Kamikochi. Meskipun ukurannya kecil, kejernihan air dari kolam berbentuk buah pir ini dengan jelas mencerminkan pemandangan sekitarnya, menciptakan pemandangan yang indah di semua musim. Kolam ini terbentuk ketika sedimen dari Gunung Myojin memenuhi anak sungai Azusa.

 

Dengan warna biru muda airnya yang sangat jernih, Sungai Azusa adalah salah satu hal favorit saya tentang Kamikochi. Sungai yang indah ini adalah teman setia saya selama setengah perjalanan ke Karasawa Cirque, sampai kami berpisah di Yokoo. Suara air yang mengalir menjadi musik latar yang menenangkan untuk pendakian saya, menenggelamkan pikiran yang membuat stres dan menenangkan pikiran saya. Ion negatif yang dilepaskannya membawa aura yang positif dan menyegarkan kembali jiwa saya yang lelah. Mungkin ini hanya cara pandang saya, tetapi dikelilingi oleh alam selalu membuat saya merasa nyaman dan kembali memberi kesegaran ketika saya merasa terkuras dari pekerjaan dan kehidupan.

 

Tokusawa

Tokusawaen, pondok gunung yang nyaman di Tokusawa. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Saat melakukan perjalanan ke Karasawa, saya suka menghabiskan malam pertama di Tokusawa (徳沢), lokasi terakhir dari jalan setapak di mana shower tersedia di pondok gunung. Bonus: Mereka juga memiliki onsen dalam ruangan! Lewat dari titik ini, pondok gunung berikutnya tidak memiliki pancuran. Setelah merasakan tinggal di kedua pondok utama Tokusawa—Tokusawaen (徳 澤 園) dan Tokusawa Lodge (徳 沢 ロ ッ ジ)—saya bisa bilang bahwa saya sangat menyukai Tokusawaen! Pondok gunung biasanya memiliki reputasi tempat yang sempit dan kurang privasi, tetapi di Tokusawaen, bahkan untuk kamar bersama pun Anda mendapatkan ruang sendiri dengan tirai untuk privasi. Makanannya juga sangat enak mereka menyajikan hidangan lezat yang dibuat dengan bahan-bahan yang bersumber secara lokal dari seluruh Nagano.

 

Yokoo / Hontani Bashi

Yokoo Sanso (kiri) dan Hontani Bashi (kanan). (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Melanjutkan perjalanan, 1 jam perjalanan dari Tokusawa ke Yokoo (横 Yokoō) masih merupakan jalur yang datar dan mudah untuk dilalui. Yokoo adalah tempat pondok gunung terakhir (Yokoo Sanso) dan toilet istirahat sampai Karasawa Cirque. Pastikan untuk menyeberangi Jembatan Yokoo Oohashi dan ikuti jalan setapak di hutan menuju Hontani Bashi (本谷橋). Jika Anda tidak menyeberangi jembatan di Yokoo, Anda akan menuju Gunung Yari! Dibutuhkan sekitar 1 jam untuk bagian ini, dan banyak orang mengambil istirahat panjang di Hontani Bashi untuk makan sarapan kemasan, minum air, dan istirahat. Persiapkan diri Anda, karena dari Hontani Bashi dan seterusnya, jalan setapak menjadi lebih curam secara signifikan, dan akan menjadi panjat tebing berliku dengan lebih banyak bebatuan.

 

S Gare

Pemandangan menuju Karasawa. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Tada! Begitu Anda melewati S Gare (1, 5 jam dari Hontani Bashi), pemandangan warna Karasawa dan pegunungan Hotaka luar biasa menanti Anda. Meskipun ini adalah salah satu bagian yang paling melelahkan dari pendakian, ini juga salah satu yang paling indah. Pemandangan yang sangat indah hampir membuat saya lupa betapa melelahkannya mendaki itu… hampir. Dengan ruangan yang luas dan terbuka, Anda dapat meluangkan waktu, beristirahat sebanyak yang Anda inginkan, dan menikmati pemandangan yang menakjubkan dan warna yang cerah. Jika saya hanya bisa menggunakan satu kata untuk menggambarkannya, musim gugur di sini sangat halus. Rasanya seperti saya telah melangkah ke dunia lain - keagungan dan keindahan pemandangannya benar-benar seperti dunia lain.

 

Karasawa Cirque

Berhasil sampai ke Karasawa Cirque! (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Tinggal satu jam lagi pendakian dari S Gare dan akhirnya Anda akan sampai di Karasawa Cirque. Tanjakan berbatu yang curam membuka ke lembah yang luas, dengan tembok tinggi yang curam mengelilingi Anda. Ini adalah 'Cirque' di Karasawa Cirque. Karena sangat lebar dan tinggi, sulit untuk menangkap semuanya dengan kamera ponsel, tetapi saya mencoba… Akhirnya, sekarang saatnya untuk bersantai, duduk dan menikmati panorama pegunungan yang menakjubkan! Musim gugur di sini sangat indah, dan dedaunan yang bercahaya menarik banyak orang dari seluruh Jepang. Anda akan terkejut dengan banyaknya orang yang melakukan perjalanan ke Karasawa di musim gugur – bahkan ada grup tur yang hanya terdiri dari lansia. Dari Karasawa, dimungkinkan untuk mendaki ke puncak Kita-hotakadake (3.5 jam), dan puncak Oku-hotakadake (3.5 jam), meskipun ini untuk pendaki yang lebih berpengalaman. Mungkin suatu saat nanti saya akan mencobanya, tapi untuk saat ini, Karasawa sudah cukup buat saya.

 

Beristirahat di Karasawa Goya. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Hal pertama yang saya lakukan setelah sampai adalah memesan semangkuk oden hangat. Meskipun warna tanamannya terkesan "hangat", di musim gugur suhunya jauh dari kata hangat. Suhu berkisar di 5–10ºC, bahkan bisa turun hingga 0ºC di malam hari. Duduk di beranda dan menikmati semangkuk lezat oden seharga ¥800 sambil menikamti pemandangan adalah cara sempurna untuk menghangatkan diri dan bersantai!

 

Dua pondok gunung di sini adalah Karasawa Hütte (涸沢ヒュッテ) dan Karasawa Goya (涸 沢 小屋). Bertengger di sisi batu, Karasawa Goya lebih tinggi dari keduanya, dan menawarkan pemandangan lembah dan Karasawa Hutte di bawah dari atas! Saya menginap di Karasawa Goya dua kali, dan untungnya bagi saya, kedua kali saya menginap (hari kerja), saya bisa mendapatkan kasur untuk diri saya sendiri. Kebanyakan pondok gunung tidak akan menolak masuk, jadi ketika keramaian memuncak selama musim panas dan periode dedaunan musim gugur, 2–3 orang mungkin harus berbagi satu kasur. Pastikan untuk menelepon dan memesan tempat Anda jauh-jauh hari.

 

Kota tenda pada siang hari (kiri) dan pada malam hari (kanan). (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh) 

 

Menginap di pondok gunung membuat Anda menghabiskan sekitar ¥10,000 per malam, termasuk makan malam dan sarapan. Namun selain pondok gunung, tenda juga menjadi pilihan akomodasi. Di Karasawa Cirque, para pendaki yang lebih berpengalaman mendirikan tenda mereka sendiri di petak berbatu di depan arena, mendapatkan julukan "kota tenda". Sebagian dari diri saya ingin mencoba ini suatu hari nanti, tetapi saya tidak tahu cara mendirikan tenda, dan tenda itu berat! Ditambah lagi, tanahnya sangat berbatu, jadi penghuni tenda pasti cukup tangguh, memiliki kantong tidur yang sangat tebal, atau memiliki toleransi yang tinggi terhadap ketidaknyamanan...

 

Ketika malam tiba, suhu turun dan Anda akan melihat 2 hal – tenda warna-warni yang menyala menghiasi lembah, dan kanopi bintang-bintang bersinar di atas. Saat tidak ada awan, Anda bisa melihat puluhan ribu bintang yang mempesona di langit malam. Berasal dari kota dengan salah satu tingkat polusi cahaya tertinggi di dunia, pemandangan bintang-bintang yang berkelap-kelip bagai berlian di langit yang gelap gulita begitu mempesona bagiku! saya tidak pernah berpikir bahwa malam bisa begitu gelap, atau sangat mungkin untuk melihat begitu banyak bintang sekaligus. Jika Anda beruntung, Anda bahkan dapat melihat Bima Sakti.

 

Tembok Karasawa Cirque yang menjulang tinggi. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Saya merasa paling rileks di Karasawa, karena meskipun akomodasi di Tokusawa lebih nyaman, panggilan kantor dan email masih bisa membanjiri masuk. Di Karasawa, penerimaan sinyal telepon otomatis tidak ada, dan terasa menyenangkan untuk menutup diri dari dunia luar untuk sementara waktu, perlahan-lahan menikmati keindahan pemandangan yang luhur, memusatkan perhatian pada pikiran saya dan melepaskan perhatian duniawi sejenak. Meskipun saya merasa lelah secara fisik, saya juga secara mental berenergi dan segar, dan saya ingin mengalami peremajaan ini lagi. Perasaan inilah yang membuat saya selalu ingin kembali.

 

Musim gugur di Kamikochi, dekat Jembatan Kappabashi. (Kredit gambar: JR East/Carissa Loh)

 

Bahkan jika Anda tidak sampai ke Karasawa Cirque, Kamikochi masih merupakan tempat yang menakjubkan untuk dikunjungi dengan begitu banyak hal untuk dilihat di setiap sudut. Siapa tahu, mungkin suatu hari nanti, setelah beberapa perjalanan ke Kamikochi, Anda juga akan melakukan perjalanan lebih dalam ke pegunungan dan dihadiahi dengan keindahan pemandangannya yang melimpah!

 

Menuju ke Kamikochi

Untuk sampai ke Kamikochi, naik kereta selama 30 menit di jalur Matsumoto Dentetsu Kamikochi dari Stasiun Matsumoto (松本駅) menuju Stasiun Shin-Shimashima (新島々駅), dilanjutkan dengan naik bus 60 menit. Tiket sekali jalan seharga ¥2,500, sedangkan tiket pulang pergi memiliki potongan harga menjadi ¥4,650.

 

JR EAST PASS (Nagano, Niigata area) dan area penggunaan. (Kredit gambar: JR East)

 

Selain itu, jika Anda berpikir untuk mengunjungi Matsumoto dan seluruh Prefektur Nagano, anda bisa juga menggunakan JR EAST PASS (Nagano, Niigata area), yaitu pass kereta dengan harga terjangkau yang menawarkan perjalanan kereta tanpa batas di jalur JR East (termasuk kereta Shinkansen) untuk pemakaian 5 hari dalam periode 14 hari. Hanya dengan membayar ¥17,310 untuk pembelian di luar negeri, biayanya bahkan lebih murah daripada perjalanan pulang-pergi antara Bandara Narita dan Matsumoto (~¥19,500), dan 5 hari tersebut tidak harus berturut-turut. Anda juga dapat membuat reservasi tempat duduk untuk Shinkansen, beberapa kereta Limited Express, dan Joyful Trains gratis via online mulai dari 1 bulan sebelumnya, di sini. Setelah mengunjungi Kamikochi dan Matsumoto, Anda juga dapat mengunjungi Kota Nagano, berbelanja di Karuizawa, atau menikmati sushi dan sake di Niigata.

 

Kredit gambar header: JR East/Carissa Loh

 

Artikel terkait

Share this article:
TSC-Banner
Tokushima-Right-Banner